Saksikan Aku Seorang Muslim

Bismillaahirrohmaanirrohim


Memilih pasangan hidup bukanlah persoalan yang mudah. Banyak sekali yang gagal, kita pun biasa melihat di infotainment tentang berita perceraian. Namun jauh sebelum itu, Nabi Ismail pun mesti menceraikan istrinya karena berperangai buruk, atas perintah ayahnya Nabi Ibrahim. Lebih ironis lagi, istri Nabi Luth termasuk diantara orang-orang yang diazab oleh Allah SWT dengan ditimpa hujan batu panas. (Q.S.Al-Hijr:65)


Bahkan istri dan anak Nabi Nuh pun tetap membangkang perintah Allah meski sudah diajak beriman selama 950 tahun. (Q.S.Al-A'raf:64). Para Mufassir sepakat jika Allah tidak menyebut nama seseorang dalam suatu peristiwa, maka peristiwa tersebut akan selalu berulang di segala zaman dan tempat. Kali ini tentang sosok seorang istri yang tidak taat kepada suaminya dan ingkar kepada Allah.


Kisah diatas bukan bermaksud menakuti-nakuti seseorang untuk menikah. Bukan pula untuk mencela kegagalan para Nabi. Namun justru Allah menunjukkan betapa sangat beratnya ujian yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul-Nya. Karena itu untuk meminimalisir kesalah dan resiko memilih pasangan dapat mengikuti rambu Rasulullah.


"Tanda wanita shalihah ada tiga, apabila ia dipandang, ia menyenangkan hati. Apabila diperintah, ia taat. Dan apabila ia ditinggal, ia menjaga kehormatan dirinya." (Hadist)
Banyak keluarga sukses justru karena dijodohkan oleh ulama atau orang yang bisa dipercaya. Barakallah bagi mereka yang telah menemukan pasangan hidupnya. Bagi yang belum, cara ini bisa menjadi alternatif mendapat pasangan sholih/sholihah.
SELAMAT MENCOBA....



Selengkapnya

Award Borongan

Posted by iam | 11:30 AM | , | 15 comments »

Bismillaahirrohmaanirrohim


Alhmdulillah, saya dapet award lagi. Sebenarnya banyak award dan PR prom fren yang belum ditampilin disini. Bukan karena sombong atau gak mau tapi ini karena kesibukan. Kemarin saya baru selesai mengikut Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat. Mohon doa dari temen-temen, semoga saya lulus. Amiin.



Award-award itu datang dari Ummi Misyka , Mb Ziezie , Mbak Helen , Mbak Lyla dan temen-temen yang lain yang gak bisa disebutin satu-persatu. Syukron awardnya. Afwan, awardnya ga dipasang. Afwan jiddan. Semoga ga bosen-bosen kasih award.


Berikut ini yang baru bisa dipasang disini.
1. Award dari Nurmaulida.

2. Award dari Om seco.

3. Award dari Chie.

Eits, ternyata ada rule-nya juga lho. The Rules is :
1. Put the award logo on your blog
2. Add the link of the person who gave this award
3. Nominate another seven
4. Leave message to the nominees

Dan award-award ini saya berikan kepada :
1. Wina;
2. Nana;
3. Nia;
4. Nini Inul;
5. Bunda Ulya;
6. Weni;
7. Mama Echa;
8. Mama Hilda;
9. dan Semua temen-temen yang mau ambil, silakan. GRATIS..


Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim


Pemilu Legislatif sudah dilewati. Banyak yang terjadi, mulai dari rancunya Daftar Pemilih Tetap, penggelembungan suara, surat suara yang tertukar, sampai banyaknya caleg yang stres, gila, bahkan bunuh diri. Jika dulu para sahabat Radhiyallahu 'Anhu sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin, tapi sekarang banyak orang berlomba-lomba tuk menjadi pemimpin. Semua mengaku bahwa dia yang terbaik.



Benar adanya sabda Rasulullah, ketika beliau menyampaikan hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, "Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan." (HR.Bukhari)


Sebentar lagi kita akan mengadakan pemilihan presiden. Semoga lebih baik daripada pemilu legislatif. Bagi pemimpin dan calon pemimpin, amanah yang Anda emban bukanlah suatu kemegahan dan kebanggaan. Bahkan demi mengingat beratnya beban amanah, Umar bin Khathab memberikan sebuah ungkapan, " saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas, tidak mendapat dosa dan tidak pula mendapat pahala.". Maka jadikanlah janji Allah memasukkan pemimpin yang adil dalam surga_nya sebagai sumber energi Anda.


Dan bagi yang akan memberikan pilihan dan selanjutnya akan dipimpin, marilah kita sadari bahwa kesempatan kita hanya sekali untuk melakukan pilihan dengan tepat. Setelah itu, kemampuan kita dalam menentukan arah kepemimpinan tidak sekuat di saat kita memilih. Setidaknya, kita telah berusaha melakukannya. Dan yang pasti, pilihan kita akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Karena itu akan senantiasa dibutuhkan seorang muslim yang mampu menentukan pilihannya secara cerdas dan tepat.

Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim


Isu golput terus mencuat di negeri ini. Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari ketidakpercayaan rakyat kepada calon pemimpinnya, tidak akan terjadi perubahan pada negeri ini sampai mengatakan bahwa Rasul pun tidak pernah ikut pemilu. Bahkan yang ekstrim mengatakan orang yang ikut pemilu adalah orang kafir karena demokrasi buatan kafir. Nauzubillah.


Rasulullah memberikan kriteria pemimpin dalam Islam dalam sabdanya,"Sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mereka mencintaimu, mereka yang kalian hubungkan silaturahimnya dan mereka juga yang menghubungkan silaturahim kepada kalian..." (HR. Muslim)


Hadist tersebut memberikan pemahaman kepada kita, bahwa hendaknya kita memilih seorang pemimpin yang memiliki motivasi bersih dan sikap peduli. Rakyat tentunya tidak mengangkat orang yang tidak disukai dan tidak pula memilih sistem yang tidak diinginkan. Bahkan mereka berhak mencopot dan mengganti pemimpin yang melakukan kesalahan fatal dalam negara.


Apalagi kalau kita mempunyai moto "Maju tak gentar, membela yang bayar". Sekali anda memilih pemimpin seperti ini, maka kita hanya akan mendapatkan pemimpin bermental maling. Ketika dia terpilih sebagai pemimpin, tentunya dia akan mencari cara bagaimana mengembalikan modal yang telah dia keluarkan. Seribu pemilu sekalipun, kalau anda memilih pemimpin seperti ini, maka seribu kali juga kita hanya gonta-ganti maling.


Pemilu ibarat sebuah kesaksian kelayakan yang diberikan kepada kandidat, maka pemilih harus memenuhi syarat sebagai saksi anatara lain, adil, diridhoi perilakunya (Ath-Tholaq:2 dan Al-Baqoroh:282). Memilih kandidat tanpa standar pemilihan bagai membeli kucing dalam karung adalah serupa dengan memberikan kesaksian tidak benar dalam kepemimpinan. Maka ketika kita memilih kandidat yang tidak layak adalah perbuatan dosa karena memberikan saksi palsu.


Demikian pula motivasi memilih yang salah mengakibatkan bencana bagi pemilih itu sendiri. Motivasi salah tersebut seperti menerima suap, memilih karena saudaranya, bukan karena kriteria yang semestinya sebagai calon pemimpin dan negarawan sejati.


Seorang muslim jika dimintai kesaksiannya, maka ia harus memberikan kesaksian yang benar. Hendaknya setiap muslim merenung akibat dari ketidakikutannya dalam pemilihan umum. Yakinlah, bahwa HARAPAN ITU MASIH ADA.

Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim


Pemahaman seseorang atas hakekat rizki, bahwasanya rizki berada dalam genggaman dan kuasa Ilahi. Allah memberikan dan menahan rizki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Sebagaimana Allah juga melimpahkan dan mencabut rizki kepada orang-orang yang diinginkan-Nya.


Sehingga terkadang kita menemukan seseorang yang bulan ini kaya raya, namun bulan depan status itu berubah menjadi miskin raya. Begitu juga sebaliknya. Begitu mudah Allah mengambilnya. Lihat saja kebakaran yang sering terjadi di Jakarta dalam kurun waktu seminggu ini. Dalam waktu hitungan jam bahkan menit, ratusan rumah terbakar dan menghanguskan harta benda.

Kepahaman ini lah yang semestinya mengantarkan orang-orang yang bergelimpangan materi untuk jangan segan-segan menghadirkan kepedulian mereka terhadap para fakir dan miskin. Karena bisa jadi lewat kepedulian itulah doa-doa orang mustadh'afin yang penuh dengan ketulusan dan kekhusyukan menjadi sebab Allah mempertahankan limpahan materi kepada sang kaya yang dermawan.

Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim

"Dunia memang aneh", Guman Pak Ustadz

"Apanya yang aneh Pak?" tanya fulan.


"Coba antum perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"


"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz.


Tanpa banyak tanya, fulan melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, fulan bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800 meter dari rumah.


Belum setengah perjalanan, fulan berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya. "Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?" Tanya ibu muda itu.


Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang lain rasanya...
"Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang semestinya seperti itu dibilang "tumben"?
Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?
Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?


Orang yang pergi ke masjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron "Muslimah atau acara lainnya".
Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah tidak mendengar suara panggilan adzan.
Orang ke masjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor karena kehujanan.


Masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar. Jangan takut dibilang "tumben" ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur'an (Al A'raf:31. Mengapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia langka" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelematkan kita?

Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim


Mungkin kita sering berkata dalam hati, tak jarang pula terucap,"Kok sudah berdoa terus siang dan malam, kenapa belum dikabulkan juga ya?" Sehingga kita sering menganggap bahwa doa kita mungkin tidak didengar atau mungkin kita menganggap sia-sia ibadah kita selama ini



Seandainya Anda sebagai pemilik perusahaan kemudian seorang office boy (OB) menghadap Anda,"Pak, saya ingin mendapat fasilitas mobil supaya memperlancar tugas saya," kata OB tersebut meminta kepada Anda. Di saat yang sama, Anda juga merekrut seorang direktur utama yang bertugas untuk menjalankan perusahaan anda sehari-hari dan segala sesuatunya agar perusahaan bisa berkembang.


Dan memang jatah mobil telah disiapkan. Pertanyaannya, kepada siapa mobil itu akan Anda berikan. Apakah kepada OB yang telah jelas-jelas meminta kepada Anda, bahkan siang dan malam memohon? Ataukah kepada Dirut yang belum meminta mobil?


Jawaban logis Anda, mobil itu akan Anda berikan kepada Dirut walaupun dia belum meminta. Anda akan menimbang nilai tambah apa yang akan diberikan oleh kedua orang tadi. Tentu Dirut mempunyai "makna" yang lebih besar bagi perusahaan Anda.


Dari cerita ini, bisa diambil pelajaran bahwa untuk mendapatkan sesuatu, maka aspek nilai dari peminta itu juga berperan penting, seberapa besar nilai dan manfaat orang tersebut. Coba kita timbang-timbang bagaimana posisi kita di "perusahaan besar alam semesta" ini. Sudah seberapa besarkah manfaat kita di hadapan Sang Pencipta. Apakah nilai tambah kita bagi diri sendiri, bagi lingkungan, bagi orang banyak. Apa kontribusi yang sudah kita berikan...


Mari kita sama-sama perbaiki diri kita. Perbanyak memberi, give, give, and give. Buatlah diri kita pantas atas terjawabnya semua doa.


Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim


Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya, sebut saja Fulan. Ia baru saja membeli mobil Jaguar. Dengan Jaguarnya itu, Fulan memacu kendaraannya mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, Fulan tidak memperhatikan anak-anak itu.



Tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan. "Buk...!! "Ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang dilempar si anak mengenai Jaguar itu . Sisi pintu mobil itu pun lecet, tergores batu yang dilemparkan sang anak.


""Ciiitt..." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain. Amarah memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Ditariknya anak yang dia tau telah melempar batu ke mobilnya dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.


"Apa yang telah kamu lakukan? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku! Liat goresan itu!" teriak Fulan sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil jaguarku ini akan butuh banyak biaya untuk memperbaikinya." ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul sang anak.


Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat. Dia berusaha meminta maaf. "Maaf, Pak. Maaf, saya benar-benar minta maaf. Sebab saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Maaf, pak. Saya melemparkan batu itu karena tidak ada seseorang pun yang mau berhenti." Air mukanya tampak ngeri dan tangannya bermohon ampun.


Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Di sana ada kakak saya yang lumpuh. Dia tergelincir dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, dan tak seorang pun yang mau menolong. Badannya tak mampu saya papah dan sekarang dia sedang kesakitan." Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. "Maukah Bapk membantu saya mengangkat kakak saya ke kursi roda? Tolong, Pak!"


Pengusaha tak mampu berkata-kata lagi. Amarahnya sedikit reda setelah dia melihat seorang laki-laki yang tergeletak sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju laki-laki tersebut, diangkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Diambilnya sapu tangan mahal miliknya untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores sepeti sisi pintu Jaguar kesayangannya.


Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih. "Terima kasih, Pak. Semoga Allah membalas kebaikan, Bapak." Keduanya berjalan beriringan meninggalkan Fulan yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.


Seperti kendaraan, hidup akan terus melaju dari waktu ke waktu. Dan kita adalah pengusaha muda tadi. Kita fokus dengan apa yang kita kejar. Kita menikmati hasil usaha kita sendiri. Kita bahagia sendirian. Kita pacu kendaraan kita dengan cepat. Kita injak pedal hidup kita dengan mantap untuk meraih tujuan di depan kita secepatnya. Hingga tak jarang kita lupa sekeliling kita.


Sudah terlalu banyak orang-orang egois di negeri kita. Sudah terlalu banyak orang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sudah terlalu banyak orang yang memperjuangkan kepentingan diri sendiri. Maka, jangalah kita menambah jumlah mereka.
"Strongman stand for his life but the stronger stand for others"


Berjalanlah lebih lambat. Siapa tahu ada orang yang membutuhkan pertolongan kita. Siapa tahu ada orang yang hendak memberikan kebaikan kepada kita. Siapa tahu kita menemukan sesuatu yang berharga untuk kita bawa ke hadapan Allah"


Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim


Sebuah penelitian mengungkap pengaruh daging babi terhadap prilaku hewan piaraan ayam. Sebagai sampel, diambil dua pasang ayam masing-masing jantan dan betina. Sebut saja pasangan A dan B.



Tahap pertama, selama dua minggu, pasangan A diberi makan daging babi saja, sedangkan pasangan B diberi makan jagung saja. Setelah dua pekan berlalu, pejantan lain disuruh menggauli betina pasnagan A, sementara sang jantan pasangan A ada disampingnya hanya menonton saja, tidak ada rasa cemburu. Sedangkan terhadap betina pasangan B, disuruhlah seekor pejantan lain mengawininya. Apa yang terjadi? Sang jantan pasangan B, dibakar api cemburu dan memburu pejantan yang berniat mengawini tersebut dan terjadilah perkelahian.


Tahap kedua, selama dua minggu, pasangan B yang sebelumnya diberi makan jagung saja, kali ini diberi daging babi saja. Sementara pasangan A diberi makan jagung dan tidak lagi daging babi. Setelah dua pekan berlalu, pejantan ayam lain disuruh menggauli betina pasangan B, sementara sang jantan pasangan B disampingnya hanya menonton saja, tidak dibakar api cemburu. Sedangkan terhadap betina A, disuruhlah seekor pejantan lain menggaulinya. Apa yang terjadi? Sang jantan pasnagan A disampingnya dibakar api cemburu dan memburu pejantan lain yang berniat mengawini tersebut dan terjadilah perkelahian hidup mati.


Jika makanan haram saja dapat mengubah prilaku ayam, apakah yang terjadi pada manusia jika memakan barang haram atau mendapatkannya dari harta yang tidak halal?



Selengkapnya

Bismillaahirrohmaanirrohim


Tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa 'kasih sayang', walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari 'making love'.



Kalau mau tau sejarah valentine dan hukum merayakannya, baca di Warna Islam. Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.


Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang.


Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.


Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani.
Katakanlah, "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kafirun: 1-6)
Masihkah Anda yang Muslim merayakan valentine?


Sumber Warna Islam

Selengkapnya